Saat saya menghadiri satu kuliah mengenai Customer Relationship Marketing (CRM) , saya menemukan beberapa fakta menarik mengenai marketing yang bisa merubah cara pikir kita menjadi lebih luas mengenai perkembangan marketing yang mulai bergeser sekarang ini. Saya mungkin akan sedikit memulai dengan membahas mengenai sebuah kata Marketing. Marketing merupakan sebuah nama yang terkadang membuat kita bertanya-tanya. Apa marketing itu ? buat apa marketing itu ? atau kenapa kita harus pake marketing ? Mungkin disini saya akan berusaha secara lebih sederhana menjelaskan, kenapa marketing itu perlu  ? Ibarat kita adalah seorang penjual produk tertentu sebut lah sebagai penjual es keliling, kalau kita tidak menggunakan ilmu marketing, saya yakin kita akan bingung menentukan arah kita, misalnya saja: * Apa sih yang jadi keunggulan produk es kita ini di bandingkan es yang ada sebelumnya? ataukah hanya sama saja ? * Berapa ya kira2 harga yang pantas kita tawarkan kepada pembeli untuk satu potong es nya ? * Dimana ya kira2 tempat kita harus berdagang? Adakah target customer kita itu semua kalangan ? * Apakah kiranya kita butuh melakukan promosi dlu sblm kita ingin berdagang?

Yupz, pertanyaan semua di atas dapat kita jabarkan apabila kita mampu menerapkan Ilmu Marketing. Marketing yang selama ini kita tahu mungkin hanya sebatas bagaimana kita mampu menjual produk itu sebanyak-banyaknya? Marketing is not sales, tp penjualan merupakan bagian dari marketing. Pertanyaan yang mungkin kita jabarkan di atas merupakan bagian dari 4p dalam marketing mix yaitu Produk, Place, Promotion, Price. Sebagai seorang penjual sangatlah penting kita mengetahui terlebih dahulu kemana tujuan produk kita akan dipasarkan agar nantinya strategi yang kita gunakan akan cocok. Sebagai seorang penjual es krim kita harus mampu membuat perbedaan dalam produk kita atau setidaknya sama dalam rasa dan ada perbedaan yg akan menjadi ciri khas produk kita. Menentukan pasar mana yang akan kita tuju juga perlu, jangan sampai kita menjual produk tidak mempunyai sasaran pembeli yang kita tuju. Penetapan harga yang pantas agar tetap mampu kompetitif dalam bersaing dan promosi yang gencar ketika kita meluncurkan sebuah produk sangatlah berpengaruh pada hasil penjualan kita nantinya.

Berikut merupakan beberapa penjelasan yang saya dapati mengenai perbedaan di era Traditional Marketing Vs Relationship Marketing :

Traditional Marketing Relationship Marketing
  • Marketing Goal : Make The Scale
  • Relationship Focus : Create Exchange
  • Emphasis on Customer Service Low
  • Customer Contact : Discontinous
  • Time Orientation : Short Term
  • Orientation : Single Sale
  • Customer Adversaries
  • Managing Product
  • Finding Customer for Product
  • Customer Acquisition
  • Market Share
  • Marketing Goal : Mutual Satisfication
  • Relationship Focus : Creative Value
  • Emphasis on Customer Service High
  • Customer Contact : Continous
  • Time Orientation : Long Term
  • Customer are Collaborative
  • Customer Service High
  • Managing Customer
  • Finding Product for Customer
  • Focus Customer Retention
  • Share of Customer

Intinya pada Traditional Marketing adalah perusahaan hanya fokus pada bagaimana cara membuat produk dan menjual sebanyak-banyaknya belum terlalu banyak perusahaan yang menyadari bahwa sesungguhnya market share yang tinggi bukan berarti mempunya nilai loyality pelanggan yang tinggi. Dalam Relationship Marketing mengajarkan bahwa kelangsungan hubungan dengan Customer itu perlu demi sebuah kelangsungan hidup perusahaan dan mencari sebuah inovasi produk yang benar-benar di butuhkan oleh pelanggan sangatlah diperlukan.