WiMAX berasal dari singkatan wireless (disingkat Wi) Microwave Access (disingkat MAX). WiMAX dibangun berdasarkan standar yang dibuat oleh IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers). Dirancang untuk memenuhi kebutuhan akan akses nirkabel berkecepatan tinggi. Wimax ini merupakan salah satu teknologi yang mampu mengawali generasi 4G yang melayani layanan broadband data, suara dan video. Wimax merupakan gabungan dari teknologi (IEEE 802.16) dengan Wi-Fi (IEEE 802.11) akan memungkinkan operator untuk mengirimkan suara dengan kualitas tinggi, video dan data pada skala metropolitan.

Sedangkan LTE (Long Term Evolution) merupakan teknologi pita lebar bergerak (mobile broadband) kelanjutan dari teknologi seluler generasi ketiga (3G), HSDPA (high speed downlink packet access), dan HSPA+ (high speed packet access plus). LTE merupakan langkah menuju generasi 4G meski dalam pemasarannya akan dipasarkan pada pasar 4G. LTE memberikan tingkat kapasitas downlink sedikitnya 100 Mbps, dan uplink paling sedikit 50 Mbps dan RAN round-trip kurang dari 10 ms. LTE mendukung operator bandwidth, dari 20 MHz turun menjadi 1,4 MHz dan mendukung pembagian frekuensi duplexing (FDD) dan waktu pembagian duplexing (TDD).

LTE dikembangkan oleh 3GPP (grup GSM, terutama Ericsson), sedangkan UMB diusulkan oleh 3GPP (grup CDMA 2000, terutama Qualcomm), dan WiMAX II oleh WiMAX Forum (terutama Intel). Untuk lebih jelas nya roadmap evolusi teknologi nirkabel di dunia seperti di bawah ini.

(1)   GSM (2G) – GPRS (2.5G) – EDGE – WCDMA (3G) – HSDPA (3.5G) – LTE (4G)

(2)   CDMA (2G) – CDMA 2000 – EV-DO (3G) – UMB (4G)

(3)   Wi-Fi – Fixed WiMAX – Mobile WiMAX – WiMAX II (4G)

 

 

Peluang Pasar LTE dan Wimax

LTE yang merupakan pengembangan dari GSM dan CDMA diprediksi akan mudah melakukan penetrasi ke pasar. Teknologi GSM sudah dipakai secara dominan (80 %) di seluruh belahan dunia. Jaringan GSM dan CDMA sudah sangat luas terutama di kota-kota dunia. Oleh karena itu tidak heran LTE akan memiliki pasar yang lebih besar di banding dengan WiMAX. Akan tetapi teknologi WiMAX lebih ekonomis untuk pengembangan jaringan baru di wilayah-wilayah pedesaan. WiMAX memiliki biaya investasi yang jauh lebih murah dibanding BTS GSM. Jika satu BTS GSM membutuhkan biaya invetasi hingga Rp1 miliar maka jumlah unit yang sama untuk BTS Wimax hanya membutuhkan biaya kira-kira Rp 60 juta saja. Segmentasi pasar pemakaian WiMAX dan LTE sudah jelas. WiMAX akan berjaya di daerah-daerah pedesaan yang sulit dan jarang terdapat BTS. Sedangkan LTE akan berkembang pesat di daerah perkotaan, memanfaatkan jaringan-jaringan BTS yang sudah tersedia.
Secara teori dan keadaan saat ini, LTE/ 4G lebih menjanjikan karena selain kecepatan yang lebih baik (lihat gambar atas), implementasi 4G juga diperkirakan akan lebih cepat mengingat operator bisa mengadakan 4G lebih murah dari WiMax (bisa menumpang).

Kalau dari segi penggunaan, WiMax sepertinya akan lebih banyak penggunanya mengingat WiMax bisa digunakan di berbagai alat sama seperti alat yang ada Wi-Finya.